Example floating
Example floating
Berita

Dari Masjid untuk Ekonomi Bangsa, ISMI DKI dan IGF Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan UMKM

Avatar photo
30
×

Dari Masjid untuk Ekonomi Bangsa, ISMI DKI dan IGF Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan UMKM

Sebarkan artikel ini
Jakarta – Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) DKI Jakarta resmi melantik jajaran Pengurus Organisasi Wilayah (Orwil) periode 2026–2031 di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Mengusung tema “Saudagar Muslim Kuat Ekonomi, Bermanfaat untuk Negeri”, pelantikan tersebut menjadi momentum penting memperkuat peran saudagar Muslim dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan UMKM.
Acara ini dihadiri Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat (MPP) ISMI, Ilham Akbar Habibie, bersama para tokoh nasional, pengusaha, serta mitra strategis. Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penguatan sinergi antara ISMI dan Istiqlal Global Fund (IGF) guna mempercepat pengembangan UMKM dan membangun ekosistem ekonomi umat yang berkelanjutan.
Direktur Utama Istiqlal Global Fund (IGF), Ahsanul Haq atau yang akrab disapa Anol, menjelaskan bahwa kerja sama kedua lembaga dibangun di atas tiga pilar utama, yakni bisnis, filantropi, dan dakwah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut bertujuan menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah maghdah atau utama tapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan kewirausahaan.
“Kami berkomitmen membangun kolaborasi dengan berbagai komunitas pengusaha. Kesamaan visi dengan ISMI dalam mengembangkan bisnis yang berdampak sosial menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan berbagai program bersama,” ujar Ahsanul Haq.
Ia menilai ISMI memiliki potensi besar karena menghimpun pelaku usaha dari berbagai sektor industri. Selain pembinaan spiritual, organisasi ini juga aktif menggelar forum bisnis, pengembangan jejaring usaha, diskusi strategi, hingga berbagai kegiatan komunitas yang mempererat hubungan antarpengusaha.
Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi modal penting untuk melahirkan kolaborasi lintas sektor yang produktif.
Sebagai implementasi nyata dari sinergi tersebut, IGF bersama ISMI tengah mengembangkan IFI Community Coffee Club, sebuah ruang kolaborasi yang dirancang menjadi pusat interaksi bagi para pengusaha dan komunitas.
Konsep ini mengintegrasikan coffee shop, ruang komunitas, area diskusi bisnis, fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang telah tersedia untuk mobil dan tengah dikembangkan bagi sepeda motor, serta Podcast Corner sebagai wadah berbagi pengalaman, inspirasi, dan inovasi bisnis.
“Kami ingin menghadirkan sebuah hub tempat para pengusaha dapat bertemu, berdiskusi, memperluas jejaring, sekaligus melahirkan kolaborasi usaha baru. Di sana tersedia ruang komunitas dan media kreatif yang mendukung lahirnya berbagai gagasan inovatif,” jelasnya.
Ahsanul Haq menambahkan, pengembangan ekosistem ekonomi umat harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi dan kolaborasi lintas sektor. Sebelumnya, IGF juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi, termasuk PT Pos Indonesia dan Perumda Pasar Jaya, dalam mendukung digitalisasi layanan bagi pelaku usaha melalui sistem pembayaran PosPay.
Tak hanya memperkuat jaringan bisnis, IGF dan ISMI juga memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Menurut Ahsanul Haq, masih banyak pelaku usaha mikro yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), izin edar BPOM, maupun sertifikat halal sehingga membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan.
Sebagai solusi, Masjid Istiqlal menghadirkan Istiqlal Halal Center yang memberikan layanan pendampingan serta fasilitasi sertifikasi halal secara gratis bagi pelaku usaha mikro. Program ini diharapkan mampu meningkatkan legalitas produk, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing UMKM di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menegaskan bahwa membangun kewirausahaan tidak cukup hanya melalui akses permodalan. Pembinaan, edukasi, penguatan karakter, serta pendampingan berkelanjutan menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu berkembang secara sehat dan berdaya saing.
Saat ini, kawasan Masjid Istiqlal telah menjadi pusat pembinaan bagi sekitar 52 pelaku UMKM sebagai proyek percontohan pengembangan ekonomi berbasis masjid.
 Melalui kolaborasi strategis antara ISMI dan IGF, program tersebut diharapkan dapat diperluas sehingga semakin banyak pengusaha Muslim yang mampu naik kelas, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *